Trance Level Test
Trance level test adalah serangkaian tes yang digunakan oleh hipnotis untuk mengetahui level trance yang dialami oleh klien. Trance yang dialami klien tidak bisa diamati secara fisik saja karena trance hipnosis secara bersamaan mempengaruhi fisik dan mental klien pada tingkatan tertentu.
Apabila kita sedang menangani klien dalam proses hipnosis, kita bisa mengetahui apakah klien sudah mengalami trance atau belum dengan memperhatikan beberapa ciri fisik yang muncul. Beberapa pengamatan kecil bisa sangat menghemat waktu kita bersama klien. Berikut ini ciri fisik yang biasanya terlihat saat klien mengalami trance :
1. Suhu tubuh klien menjadi semakin hangat.
2. Kelopak mata klien berkedip terus menerus dengan sangat cepat.
3. Klien mengeluarkan air mata secara alamiah.
4. Warna putih pada mata klien cenderung menjadi semakin merah.
5. Klien menjadi sangat sering menelan ludah.
6. Gerakan mata mata klien ke kanan dan kiri secara terus menerus.
Tidak semua ciri tersebut muncul pada klien. Ciri yang pasti muncul adalah perubahan warna putih pada mata klien yang menjadi semakin memerah. Sedangkan jika anda menemui gerakan mata klien yang terus menerus bergerak kekanan dan ke kiri maka klien anda menunjukkan salah satu ciri alamiah dari level somnambulisme. Karena kita tidak bisa menentukan level trance yang dialami oleh klien maka pengamatan fisik ini harus dilanjutkan kepada proses trance level tes.
Dengan melakukan trance level test pada klien, seorang hipnotis bisa menentukan secara cepat level trance dari klien sehingga bisa segera mengetahui level trance yang sudah dicapai dan level trance yang belum dicapai oleh klien. trance level test untuk tiap level trance berbeda dan rumusnya adalah jika klien bisa melewati trance level test untuk sebuah level trance maka tidak perlu lagi melakukan trance level test untuk level trance sebelumnya. Tetapi untuk tujuan latihan yang memberikan hasil keterampilan yang maksimal saya sangat menyarankan untuk melakukan tes tiap level trance secara urut dan jika trance level test pada tahap tertentu belum sempurna anda bisa gunakan deepening untuk kemudian mengulang mulai dari trance level test yang terakhir anda sudah lakukan sebelumnya.
Dalam induksi Dave Elman tiap tahapnya langsung menggunakan trance level test sehingga pada tahap number block klien sudah pasti berada di somnambulisme dan siap menerima sugesti positif anda. Tetapi melakukan tes tambahan meskipun hanya satu saja sangat membantu kelancaran proses hipnosis anda karena klien mendapat bukti bahwa sesuatu sedang terjadi dalam dirinya. trance level test mencegah klien ”merasa tidak terhipnosis” sama sekali.
Trance Ringan
trance level test untuk trance hipnosis pada level trance ringan adalah dengan eye closure. Pada penggunaan teknik induksi Dave Elman yang sudah kita pelajari sebelumnya, eye closure digunakan sebagai induksi tahap pertama lengkap dengan tesnya. Berikut ini saya berikan teknik eye closure lain yang bisa anda gunakan sebagai alternatif yang bisa anda gunakan selain dari eye closure induksi Dave Elman.
“Saat ini mata anda terbuka dan selalu akan terbuka karena anda mempunyai kontrol penuh untuk membuat mata anda tetap terbuka jika anda menginginkannya.
Sebaliknya, anda juga mampu mengontrol agar kedua mata anda terpejam dan tertutup rapat jika anda menginginkannya.
Saya akan menghitung dari satu sampai tiga.
Pada hitungan pertama, mata anda terasa sangat berat dan sangat lelah.
Pada hitungan kedua, anda tutup mata anda.
Pada hitungan ketiga, kedua mata anda terkunci rapat dan semakin rapat betapapun anda mencoba membukanya.
Inginkan terjadi dan lihat betapa mudah anda mengalaminya.
Satu…. mata anda terasa sangat berat dan lelah.
Dua…. tutup mata anda sekarang.
Tiga…. inginkan dan wujudkan bahwa mata anda sekarang terkunci rapat.
Terkunci sangat rapat dan menjadi semakin rapat tiap kali anda berusaha membukanya.
Cobalah anda membuka mata anda dengan segenap kekuatan anda dan anda dapati bahwa anda semakin gagal membukanya.
Hentikan tesnya”.
Trance Menengah / Medium
Secara umum trance level test untuk light dan trance menengah adalah sama yaitu pencapaian katalepsi. Yang membedakan keduanya adalah luas dan besar organ yang terpengaruh oleh katalepsi. Pada trance ringan katalepsi pada mata hanya melibatkan otot dan syaraf kelopak mata yang terbilang sangat kecil dan halus. Pada trance menengah katalepsi melibatkan otot dan syaraf yang lebih banyak, lebih besar dan lebih kuat.
Trance level test yang paling sering digunakan untuk trance menengah adalah arm catalepsy atau katalepsi tangan. Pada induksi Dave Elman, arm catalepsy diwujudkan dengan meminta klien tidak mampu mengangkat tangannya atau lebih tepatnya membiarkan tangannya pada posisi tanpa tenaga. Kita juga bisa melakukan tes kebalikannya yaitu dengan arm catalepsy yang membuat tangan menggunakan kekuatan penuhnya. Berikut ini contoh penggunaannya :

“Sebentar lagi saya akan mengangkat tangan anda, menetapkan posisinya dan menguncinya pada posisi tersebut”.
( Angkat salah satu tangan klien dan posisikan secara vertikal termasuk dengan posisi semua jari tangan klien mengarah ke atas ).
“Pertahankan posisi tangan anda.
Saya akan menghitung dari satu sampai tiga dan tepat pada hitungan ketiga maka tangan anda menjadi kaku keras seperti sebatang baja.
Bahu anda, siku anda dan pergelangan tangan anda menjadi terkunci pada posisi ini”.
Sentuh dan hentakkan secara lembut bagian bahu, siku dan pergelangan tangan klien bersamaan ketika anda menyebutkannya.

“Satu…
Semakin kaku, semakin keras…
Dua…
Lebih keras, seperti sebatang baja…
Tiga…
Sekarang tangan anda sangat kaku dan keras seperti sebatang baja.
Dengan tangan yang tetap kaku dan keras seperti baja, anda bahkan tidak mampu untuk menurunkan tangan anda.
Silakan anda mencoba menurunkan tangan anda dengan sekuat tenaga, semakin anda mencobanya tangan anda semakin kaku dan keras seperti baja.
Hentikan tesnya…
Pada hitungan ke tiga nanti tangan anda normal kembali dan biarkan langsung jatuh terkulai lemas kembali ke pangkuan anda…
Satu, dua, tiga…”
Somnambulisme
Partial amnesia atau keadaan ketika klien melupakan sesuatu yang disebabkan oleh sugesti hipnosis merupakan ciri pertama yang menandakan bahwa klien telah mencapai level trance somnambulisme. Pada tahap keempat dari induksi Dave Elman kita diajarkan untuk melakukan induksi dan pengujian untuk partial amnesia. Dalam buku ini setidaknya sudah ada tiga contoh trance level test untuk partial amnesia yang bisa anda pelajari lagi di dalam pembahasan induksi Dave Elman.
Partial Amnesia
Kita akan bahas masalah yang mungkin menghambat klien untuk mengalami partial amnesia terutama ketika kita menggunakan tahap number block dari induksi Dave Elman termasuk bagaimana cara mudah mengatasinya. Sebagian orang menjalani hidupnya setiap hari dengan angka. Diantara mereka adalah seorang kasir, auditor, akuntan atau orang lain yang berprofesi di lingkungan yang membutuhkan perhitungan sebagai kegiatan pokoknya. Orang yang saya sebutkan tadi tidak bisa hidup tanpa angka dan tentunya cenderung menolak menerima sugesti untuk menghilangkan angka. Jika angka hilang dari hidup mereka, tidak ada lagi yang mungkin tersisa untuk masa depan mereka. Sebelum melakukan tahap number block anda katakan kepada klien kalimat berikut ini :
“Sesuai dengan pekerjaan anda, pasti setiap hari anda berkutat dengan angka.
Angka tersebut membuat anda lelah, bekerja keras bahkan melakukan lembur.
Saya akan mengajak anda melakukan suatu hal yang menarik.
Sebentar lagi saya akan meminta anda untuk membuang jauh setiap angka yang ada dalam pikiran anda.
Tentunya anda bisa memunculkan kembali setelahnya jika anda inginkan.
Ketika anda menghapus sejenak seluruh angka dari pikiran anda maka anda punya kendali penuh untuk hidup anda.
Tunjukkan siapa bos yang sebenarnya.
Anda tidak tunduk pada angka, tapi andalah yang menguasai angka.
Untuk kendali penuh anda, untuk rileksasi yang maksimal anda bersedia dan mudah menghilangkan angka dari pikiran anda.
Tunjukkan bahwa andalah bosnya!”.
Analgesia
Analgesia adalah kemampuan tubuh untuk merasakan segala sensasi secara normal kecuali rasa sakit. Ini adalah sebuah tes yang menarik karena pada tahap ini klien disugestikan untuk memblokir rasa sakit. Berikut ini contohnya :
“Nikmati kenyamanan dan rileksasi yang anda alami.
Berikutnya saya akan bekerja pada area ini…”
( Usap-usap area tubuh klien yang anda maksudkan ).
“Anda selalu tahu bahwa saya melakukan sesuatu di sini.
Tetapi selama anda terus menikmati rileksasi yang anda alami, maka apapun yang saya lakukan tidak akan mengganggu atau mengusik anda.
Anda hanya tahu saya berada disini.
Teruslah menikmati rileksasi anda”.
( Cubit bagian tubuh klien yang tadinya anda usap dengan tangan anda ).
“Bagus, teruslah gandakan rileksasi yang anda rasakan sekarang”.

Halusinasi Positif
Saat mengalami level trance somnambulisme, klien mempunyai kemampuan untuk membuka matanya tanpa mempengaruhi level trance hipnosis yang sedang dialaminya. Ide dari trance level test ini adalah membuat klien melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata dengan bantuan sugesti. Menjadi sangat maksimal apabila benda yang dimunculkan adalah benda yang benar-benar disukai oleh klien dalam keadaan sadar. Berikut ini contohnya :
“Saat ini, anda bayangkan bahwa dihadapan anda ada sebuah gelas antik yang sangat indah.
Bentuk, warna dan ukurannya sesuai dengan keinginan anda.
Bayangkan gelas tersebut menjadi sangat jelas dan nyata dihadapan anda.
Semakin anda perhatikan, maka gelas tersebut terlihat semakin indah dan menarik bagi diri anda.
Nanti pada hitungan ketiga anda buka mata anda dan gelasnya menjadi nyata berada di hadapan anda.
Satu…
Dua…
Tiga…
Buka mata anda dan perhatikan gelasnya dihadapan anda.
Anda boleh memegang gelas tersebut, anda amati dan ceritakan kepada saya detail gelas antik tersebut”.
( Tunggu sampai anda mendapat laporan dari klien dan setelah melalui trance level test ini sugestikan kepada klien untuk kembali menutup matanya ).
Halusinasi negatif
Kebalikan dari halusinasi positif, sugesti hipnosis digunakan untuk menghasilkan ketidakmampuan klien melihat sesuatu yang seharusnya ada. Seharusnya tahap ini lebih sulit dilakukan dari pada halusinasi positif. Hampir setiap orang bisa mengimajinasikan bahwa ada seseorang yang duduk di sebuah kursi kosong walaupun tidak sempurna dalam keadaan sadar. Tetapi untuk halusinasi negatif dalam keadaan sadarpun agak sulit bagi kita untuk mengimajinasikan sebuah kursi dihadapan kita untuk menjadi lenyap.
Walaupun lebih rumit untuk terwujud secara sadar tapi klien dalam somnambulisme bisa melakukannya dengan mudah sebagaimana mereka mampu menghilangkan angka dari pikirannya. Silakan ciptakan kreasi untuk trance level test halusinasi negatif menurut imajinasi anda.
Anestesia
Pada trance level test ini kita sugestikan klien untuk mengalami anestesia pada bagian tertentu dari tubuhnya.
“Nikmati kenyamanan dan rileksasi yang anda alami.
Berikutnya saya akan mengusap area ini sebanyak tiga kali.
Pada usapan pertama, anda niatkan bahwa area tersebut menjadi mati rasa
Pada usapan kedua, perasaan mati rasa tersebut semakin kuat anda alami
Dan setelah usapan ketiga area tersebut mengalami mati rasa total seolah bukan menjadi bagian tubuh anda.
Satu…
Dua…
Tiga…
Area ini mati rasa total...”
Pastikan klien memahami atau bisa mengerti kata mati rasa. Jika diperlukan anda bisa mengubahnya dengan kata lain yang memiliki persamaan makna dan dipahami klien. Lakukan tes dengan mencubit tangan klien tanpa memberitahu klien apa yang anda lakukan. Jika tidak ada respon dari klien berarti anda bisa yakin kalau klien sudah mencapai hipnotik anestesia.


