Sugesti Post Hypnosis
Berkali-kali saya ulangi bahwa setelah proses emerging dilakukan klien masih sangat hiper sugestibel untuk 30 sampai 90 detik. Kondisi hiper sugestibel setelah emerging tersebut kita sebut sebagai kondisi post hipnosis. Post hipnosis tidak terbatas pada masa hiper sugestibel saja tetapi seluruh waktu yang dialami klien setelah emerging bisa kita anggap sebagai post hipnosis.
Hasil dari sebuah sesi hipnosis bukan dilihat dari seberapa dalam seorang klien mencapai trance atau seberapa banyak sugesti yang direspon klien dalam trance tetapi pencapaian hasil yang diinginkan klien. Klien bisa merasakan dan mengalami proses transformasi yang sebenarnya setelah keluar dari trance dan menjalani kehidupan normalnya. Karena hasil akhir justru berada di luar kondisi trance itu sendiri maka pemanfaatan post hipnosis adalah pengetahuan yang sangat penting untuk menyempurnakan seluruh proses hipnosis dan hasil yang diterima oleh klien.
Sugesti post hipnosis adalah sugesti hipnosis yang dibuat sedemikian rupa untuk dijalankan pikiran bawah sadar klien setelah proses emerging. Dengan sugesti hipnosis kita bisa mengarahkan klien untuk merasakan rasa percaya diri yang sangat kuat dalam trance hipnosis. Klien yang mengalami demam panggung tidak menginginkan memunyai rasa percaya diri penuh hanya dalam trance tetapi lebih utama saat berada di atas panggung yang sebenarnya pada kehidupan nyata. Dan klien butuh jaminan untuk bisa merasakan rasa percaya diri setiap kali berada di atas panggung.
Berikut ini adalah beberapa contoh post hipnosis untuk memerjelas pemahaman anda.
“Mulai sekarang dan seterusnya, berbicara di atas panggung adalah hal yang menyenangkan dan sangat nyaman bagi diri anda.
Setiap kali anda di atas panggung pikiran anda segera menjadi rileks dan setiap ide yang anda pikirkan dengan mudah anda komunikasikan secara lisan.
Dan setiap kalimat yang anda ucapkan merupakan tanda bagi tubuh dan pikiran anda untuk menjadi semakin rileks, semakin nyaman”.
Contoh di atas menunjukkan sebuah sugesti untuk menghadapi keadaan nyata yang bermasalah bagi klien. Anda bisa membuat sugesti post hipnosis anda sendiri sesuai kebutuhan klien dengan memerhatikan semantik, aturan sugesti hipnosis dan compounding suggestion yang bisa anda pelajari pada bagian lain dari buku ini. Dalam penyusunan sugesti post hipnosis pastikan anda menyertakan beberapa unsur berikut :
Kapan klien harus merespon
Respon apa yang dimunculkan klien
Apa manfaatnya jika respon tersebut muncul
Selalu hubungkan respon dan manfaat.
Meskipun anda punya dasar pengetahuan yang cukup untuk memberikan post hipnosis tetapi klien tetap sebagai pemegang kendali atas penerimaan atau penolakan sugesti post hipnosis. Untuk mendapatkan respon penuh dari klien pastikan anda memberikan post hipnosis sesuai keperluan klien sesuai kesepakatan pada pre talk.
WAWANCARA POST HIPNOSIS
Wawancara post hipnosis adalah pertanyaan dari hipnotis kepada klien setelah proses emerging tentang suatu hasil yang ingin diraih klien. Contoh emerging sederhana yang kita bahas pada bab sebelumnya mensyaratkan hipnotis untuk bertanya, “Bagaimana perasaan anda?” kepada klien setelah emerging. Ketika klien kenjawab dengan kata baik, nyaman, segar dan seterusnya itu merupakan kesimpulan yang diakui oleh klien sendiri dan bukan pernyataan dari hipnotis. Dalam masa hiper sugestibel post hipnosis kesimpulan perasaan nyaman tersebut merupakan sugesti klien terhadap dirinya sendiri.
Untuk tujuan terapi tentu saja kita akan melakukan sesuatu yang lebih khusus daripada sekedar menanyakan perasaan klien. Wawancara post hipnosis bagi hipnotis merupakan waktu yang sangat tepat untuk :
1. Menanyakan klien tentang perubahan internal yang dialami klien.
2. Menegaskan kepada klien bahwa perubahan internal sudah terjadi dan bersifat permanen.
3. Menguatkan keyakinan klien bahwa perubahan internal yang dialami klien adalah suatu hal yang sangat penting dan bermanfaat.
4. Memberi sugesti terakhir bagi klien.
Contoh dan penggunaan wawancara post hipnosis akan kita bahas lebih detail pada direct drive.
ANCHORING
Dari segi bahasa anchoring berarti menjangkarkan sedangkan makna anchoring yang saya maksudkan adalah teknik khusus untuk menanamkan program stimulus-respon yang bisa digunakan klien kapan saja untuk memanggil suatu respon instan berupa tindakan, pikiran maupun perasaan tertentu yang sangat kuat.
Secara sederhana kita bisa memahami anchor dari kasus phobia. Phobia merupakan salah satu contoh anchor negatif yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Phobia merupakan suatu keadaan ketakutan luar biasa saat stimulus tertentu dipicu. Semua kejadian pasti memiliki struktur tertentu yang berbeda dari kejadian satu dan lainnya. Tidak terkecuali phobia juga memiliki sebuah struktur yang tentunya jika struktur tersebut bisa dipelajari dari mulai proses terbentuknya, pemicunya sampai respon yang muncul dari pemicu tersebut. Dengan mengetahui susunan struktur anchor negatif pastinya kita juga bisa membuat anchor positif berdasarkan struktur yang sama.
Berikut ini merupakan contoh sederhana dari anchor negatif. Phobia ular, kapanpun dan dimanapun saat orang yang mengalami phobia terhadap ular melihat ular atau apapun yang mengingatkannya terhadap ular maka orang tersebut bisa ketakutan setengah mati saat itu juga. Dalam kasus ini struktur pemicu atau stimulus phobia ini adalah ular dan respon instan yang dipanggil adalah rasa takut setengah mati.
Perasaan takut biasa muncul secara bertahap dan bisa diantisipasi sedangkan rasa takut yang dihasilkan oleh phobia adalah rasa takut instan dengan kekuatan yang sangat kuat mempengaruhi klien. Sama dengan phobia, respon positif yang sudah terpasang sebagai anchor juga memiliki pengaruh instan dan sama kuat dengan saat pertama kali penggunaannya bahkan bisa dipicu berulang kali sehingga melipat gandakan kekuatan respon yang dipanggil sesuai dengan prinsip compounding suggestion yang akan kita bahas pada bab selanjutnya.
Anchor merupakan teknik yang luar biasa bermanfaat terutama jika ditanamkan melalui sugesti hipnosis. Anchorsebenarnya bisa di pasang atau diciptakan pada keadaan kesadaran normal tetapi butuh waktu dan latihan yang intensif sebelum mulai merasakan manfaatnya. Dalam trance hipnosis kita bisa membuat anchor positif secepat dan sekuat pengaruh phobia.
Untuk melakukan anchoring sederhana terhadap klien dalam trance hipnosis, kita akan melalui beberapa tahapan berikut :
1. Munculkan respon
2. Perkuat respon
3. Buat pemicu anchor
4. Hubungkan pemicu dan respon
5. Picu anchor
Contoh penggunaan anchoring secara detail akan saya contohkan dalam pembahasan manfaat Esdaile State / Coma State terutama untuk manajemen rasa sakit dan self hipnosis.
Teknik anchoring sangat membantu memersingkat waktu, memerkuat efek terapi dan memberikan program positif instan bagi klien yang bisa digunakan kapan saja dibutuhkan tanpa bantuan orang lain. Dalam program self hypnosis yang saya lakukan, saya akan membawa klien menuju level trance hipnosis yang sesuai kebutuhannya dan memasangkan anchor sederhana. Setelah anchor terpasang sempurna maka klien bisa memasuki kembali level trance hipnosis yang diinginkan kapanpun dan dimanapun saat dibutuhkan dengan hanya memicu anchor-nya.


