Pikiran Bawah sadar
Pikiran bawah sadar merupakan bagian pikiran yang sangat dominan dalam memengaruhi hidup dan tindakan kita. Namun karena kita belum tahu betul ciri dan manfaatnya maka kita jarang menyadari keberadaannya.
Ingatan permanen
Fungsi pikiran bawah sadar selain menyimpan setiap detail informasi dalam hidup manusia juga berfungsi untuk penyimpanan ingatan secara permanen. Ingatan yang disimpan meliputi suara, gambar, suhu, emosi, sensasi, dan lainnya yang disimpan oleh pikiran kurang lebih mulai tiga minggu sejak organ otak pada bayi terbentuk dalam rahim. Karena merupakan tempat penyimpanan semua informasi manusia yang bersangkutan maka dalam keadaan hipermnesia seseorang bisa mengakses informasi yang sudah tidak bisa diingat oleh pikiran sadar. Dalam trance hipnosis yang akan kita bahas lebih lanjut pada bab selanjutnya, klien bisa mengalami fenomena hipermnesia sebagai sebab terbukanya akses pada bagian memori permanen dari pikiran bawah sadarnya. Untuk peristiwa yang bahkan tidak mampu diingat oleh pikiran sadar, mungkin ingatan tentang hal-hal kecil atau bahkan ingatan tentang masa balita klien.
Emosi
Pikiran bawah sadar merupakan tempat dimana emosi manusia terbentuk dan berkembang. Setiap kejadian, ucapan maupun sensasi yang mempunyai muatan emosional tinggi hampir selalu direspon oleh pikiran bawah sadar dan langsung berproses didalamnya. Komunikasi yang bisa direspon pada bagian ini adalah yang mempunyai muatan emosi terkuat dimana isi makna positif dan negatif bukanlah sebuah masalah.
Sebuah contoh tentang emosi adalah seorang karyawan yang selalu dimaki oleh atasannya walau seberapapun maksimalnya usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan dan menyempurnakan tugasnya. Karena tidak tahan keadaan ini, si karyawan membentak dengan kasar dan keras terhadap atasannya dalam sebuah percakapan yang kurang menyenangkan. Keributan terjadi diantara keduanya, akhir kedua belah pihak berhasil dilerai dan masing-masing mendapat teguran dari kepala kantor mereka. Setelah menenangkan diri beberapa saat, si karyawan tersebut kemudian menyadari kebodohannya tersebut yang pada tingkat tertentu dia bisa dipecat dari pekerjaannya. Secara lisan dengan nada lirih si karyawan bergumam, “Ah, betapa bodohnya perbuatanku tadi, untung saja aku tidak dipecat karena kejadian tadi” dan saat bersamaan level emosionalnya yang paling dalam dan primitif berteriak, “Yeeeaahhh…. tadi itu keren sekali, harusnya dari dulu aku melakukannya pada bedebah itu!!”.
Contoh di atas hampir terjadi dan dialami oleh semua orang. Kebenaran fakta bahwa secara verbal seseorang secara alamiah lebih senang menyembunyikan emosi negatifnya sehingga menambah daftar panjang alasan mengapa untuk tujuan terapi kita harus lebih percaya pada level emosional klien dan bukan pada pernyataan lisannya.
Kebiasaan
Kebiasaan sering kita sebut sebagai kebiasaan. Secara umum pengertian kebiasaan adalah respon otomatis manusia terhadap stimulus yang sama. Manusia hidup berdasarkan pola kebiasaan yang sudah terbentuk sebelumnya. Respon tersebut selalu sama dan berulang setiap kali mendapat stimulus yang serupa. Fungsi kebiasaan sangat penting dalam membantu manusia menjalani kehidupannya secara mudah.
Tiap orang pasti mempunyai beberapa kebiasaan buruk dan juga beberapa kebiasaan baik. Contoh kebiasaan yang paling mudah kita temui adalah kebiasaan mengangkat telepon. Saat telepon berdering hampir respon semua orang adalah segera menghentikan kegiatan yang sedang dilakukan, menghampi telepon, bergegas mengangkat dan segera mengucapkan “Halo”. Respon ini begitu otomatis dan terasa sangat natural bagi banyak orang. Karena sangat otomatisnya, terkadang seorang ibu rela berlari meninggalkan bayinya di lantai atas untuk segera mengangkat telepon penting yang berdering di lantai bawah
Malas
Pikiran bawah sadar adalah bagian yang mempunyai sifat amat sangat malas. Untuk lebih mudahnya kita akan mengibaratkan bahwa pikiran bawah sadar adalah pemilik rumah, area kritik adalah penjaga rumah dan sugesti berperan sebagai tamunya. Tamu yang masuk harus melalui pemeriksaan dari area kritik dan hak untuk menerima dan menolak tamu ada di tangan sang pemilik rumah. Karena rasa malas inilah maka manusia lebih mudah menerima program sugesti negatif daripada positif.
Sugesti negatif mampu menembus area kritik langsung menuju pikiran bawah sadar seperti pisau tajam yang ditusukkan dengan keras pada buah jeruk. area kritik selalu tahu bahwa informasi yang masuk tersebut adalah negatif tetapi karena pemilik rumah menerimanya maka area kritik dengan senang hati membuka gerbangnya lebar-lebar dan mempersilakan tamu tersebut masuk ke dalam rumah. Pertanyaannya adalah mengapa pemilik rumah mempersilakan tamu yang bersifat negatif masuk tanpa halangan? Jawabannya adalah karena pikiran bawah sadar sangat malas. Untuk menjalankan dan menerima sugesti negatif adalah sangat mudah bagi pikiran bawah sadar yang sangat malas karena dia bahkan tidak perlu repot melakukan usaha jika menerima sugesti tersebut. Anda tidak perlu melakukan sesuatu agar tidak bisa menyetir mobil, agar tidak bisa mendaki gunung, agart tidak bisa mendapat prestasi dan berbagai “agar tidak bisa” lainnya.
Sebaliknya saat sugesti positif bertamu walaupun dengan penampilan semenarik apapun maka sang tuan rumah cenderung sulit menerimanya dengan berbagai alasan dan tentunya area kritik yang berperan sebagai penjaga rumah tidak ada hak untuk membuka gerbang rumah yang dijaganya. Pikiran bawah sadar menolak sugesti positif dalam dua hal yaitu jika sugesti tersebut adalah hal baru atau sudah ada program pendahulunya. Jika sugesti tersebut merupakan hal baru bagi pikiran bawah sadar maka untuk bisa menerimanya tentu dibutuhkan perkenalan, pembelajaran, penyesuaian dan semua itu tidak akan dilakukan dengan mudah oleh sifat malas pikiran bawah sadar. Sedangkan jika sebelumnya sudah ada sugesti serupa baik negatif atau positif tapi tidak lebih baik dari sugesti yang baru maka kecenderungan untuk menolak tetap dominan karena sudah merasa nyaman dengan program sugesti terdahulu.
Perlindungan diri
Bagian yang sangat positif dalam fungsi pikiran bawah sadar adalah keinginan untuk melindungi diri kita. Yang jadi masalah adalah niat baik dari pikiran bawah sadar tersebut diluar kontrol dan pengawasan pikiran sadar sehingga niat baik tersebut terkadang menjadi petaka bagi bagian hidup lain dari diri kita. Tidak semua niat baik berjalan dengan cara yang baik.
Tahun lalu saya memberikan satu sesi terapi bersama seorang klien wanita berinisial N yang berusia 31 tahun. Ibu N datang untuk masalah berat badannya dan mengaku mengalami perubahan dari tubuh idealnya menuju ke berat badan yang sekarang dalam kurun empat tahun. Ibu N adalah wanita dengan berat badan sekitar 122 kilogram dan tinggi badannya adalah 163 centimeter. Seperti biasa, klien saya ini juga menyampaikan cerita “karangan” rasionya sebelum proses terapi kami mulai. Saat melakukan analisa hipnosis kami mendapatkan beberapa informasi yang sangat menarik terutama bagi ibu N. Ibu N ternyata adalah korban perceraian kedua orang tuanya diusianya yang baru menginjak empat tahun. Ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita tanpa pengetahuan dan persetujuan dari ibunya, inilah pemicu perceraian keduanya. Ibu N yang waktu itu masih kecil merasa bahwa ayahnya adalah pria yang jahat karena meninggalkan dia dan ibunya.
Pada pertumbuhannya sebagai gadis remaja, ibu N yang terbilang cantik banyak didekati oleh anak lelaki disekolahnya tapi dari tiga kali berpacaran dia selalu ditinggalkan pasangannya dengan cara berselingkuh. Saat berusia dua puluh dua tahun, ibu N bertemu dengan seorang pria yang sekarang menjadi suaminya. Ibu N sangat mencintai suaminya hingga sauatu hari dia mencurigai suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan parahnya lagi kemudian tuduhan tersebut berubah menjadi fakta dan suaminya mengakuinya dengan sangat menyesal. Berbagai peristiwa tersebut diterjemahkan oleh pikiran bawah sadar ibu N sehingga menjadi sebuah program pikiran yang berbunyi “Setiap laki-laki yang aku sayangi selalu menyakitiku, aku benci laki-laki dan ingin lepas dari mereka”. Program bawah sadar tersebut memacu tubuh ibu N untuk menjadi semakin gemuk pada empat tahun terakhir karena pikiran bawah sadar mengira bahwa dengan menjadi gemuk maka ibu N tidak akan menarik lagi bagi laki-laki dan jika tidak ada yang tertarik lagi, ibu N bahkan tidak perlu menjalin sebuah hubungan yang diyakininya selalu berakhir dengan rasa sakit karena ditinggalkan. Nah setelah menjalani serangkaian proses dalam sesi terapi tersebut ibu N keluar dari ruangan saya dengan program pikiran positif yang 100% baru. Kabar menggembirakan muncul tiga minggu kemudian, berat badan ibu N turun hingga 12 kilogram tanpa harus menjalani diet dan perubahan pola hidup.


