Penanganan Esdaile State / Coma State
Kita sudah tahu bahwa Esdaile State / Coma State menimbulkan efek euforia mental bagi klien. Kondisi tersebut tentunya merupakan dambaan bagi setiap orang didunia ini. Siapapun yang berada dalam Esdaile State / Coma State pasti ingin berlama lama merasakan kenikmatan tersebut.
Nah apa ada yang salah? Tentu tidak, semua baik-baik saja dan menyenangkan bagi klien. Satu-satunya masalah yang muncul saat klien berada pada Esdaile State / Coma State adalah MEREKA INGIN SELAMANYA DALAM KONDISI TERSEBUT. Keluar dari Esdaile State / Coma State berarti mengalami kembali tekanan hidup, masalah keuangan, kerja keras, konflik dalam masyarakat dan mungkin juga termasuk mengalami lagi berbagai rasa sakit pada level fisik dan mental. Coma state bisa diibaratkan terasa seperti surga bagi siapapun yang berada didalamnya dan tentu saja bumi adalah pilihan yang buruk untuk kembali.
Pada masa Esdaile, klien yang mengalami Esdaile State / Coma State untuk menjalani tindakan operasi tidak mendapatkan proses emerging sama sekali. Setelah beberapa jam hingga beberapa hari mereka keluar dari Esdaile State / Coma State dengan sendirinya. Ini merupakan pilihan yang tepat karena saat mereka kembali pada kesadaran normal seluruh proses operasi sudah selesai dan tentunya luka yang dihasilkan dari operasi juga sudah lebih membaik. Mereka tahu bahwa kembali pada kesadaran normal dengan segera setelah operasi adalah pilihan buruk karena mereka akan menghadapi rasa sakit dan juga penderitaan. Alasan tersebut sangat masuk akal mengingat pada masa itu belum ditemukan anestesia dalam dunia medis.
Ada satu hal yang sangat menarik untuk diperhatikan dari cerita di atas. Esdaile tidak melakukan emerging pada pasien dalam hypnotic coma bukan untuk alasan kebaikan pasiennya tetapi karena dia tidak tahu secara pasti bagaimana cara melakukannya! Anda merasa takut? Santai saja, anda memilih buku yang benar dan berkualitas.
Dave Elman dan murid-muridnya pernah mencoba sebuah penelitian untuk melakukan emerging pada hypnotic coma selain satu buah teknik emerging Esdaile State / Coma State yang sudah mereka ketahui sebelumnya. Percobaan tersebut dilakukan pada seorang siswa Dave Elman yang secara sengaja diarahkan untuk mencapai Esdaile State / Coma State. Kurang lebih usaha emerging mereka dilakukan dengan cara berikut ini :
Meletakkan korek api yang menyala diantara ibu jari dan telunjuk klien. Tentu saja korek tersebut segera jatuh ke bawah menuju karpet.
Seseorang berteriak bahwa sedang terjadi kebakaran besar.
Meneriakkan kalimat yang menyatakan bahwa semua orang di ruangan kelas akan segera pulang dan mereka meninggalkan dia sendirian jika tidak bersedia membuka mata.
Tidak satupun usaha emerging mereka mendapat respon dari klien. Setelah melalui proses percobaan panjang akhirnya klien keluar dari hypnotic coma dengan satu teknik standar emerging untuk Esdaile State / Coma State. Setelah berada pada kondisi kesadaran normal, para siswa Dave Elman segera melakukan wawancara pada klien tersebut mengenai apa yang terjadi saat dia berada dalam Esdaile State / Coma State. Klien tersebut menjawab dengan sangat tenang. Jawabannya kurang lebih seperti berikut :
Saat klien merasa korek api tersebut akan membakar jarinya maka dia segera melepaskannya. Klien tidak peduli jika korek api tersebut akan membakar karpet ruangan karena merasa yakin bahwa rekannya yang lain akan memadamkan apinya dengan segera.
Klien mendengar semua bisikan rencana dari orang disekelilingnya untuk mencoba mengeluarkannya dari Esdaile State / Coma State. Itulah mengapa dia tidak menanggapi berita kebakaran besar dan niat mereka untuk meninggalkannya. Klien tahu dan sangat sadar bahwa mereka sedang berbohong kepadanya.
Jika benar klien sangat sadar dan bisa mengetahui kapan dia dibohongi lalu bagaimana cara mereka mengeluarkan klien dari Esdaile State / Coma State? Jawabannya adalah bahwa klien akan selalu mengabaikan apapun yang mengganggu Esdaile State / Coma State kecuali rasa sakit dan rasa takut. Kita akan bahas keduanya secara terperinci.
Rasa Takut
Untuk seseorang yang sedang mengalami euforia mental masih adakah rasa takut? Tentu saja ada. Satu-satunya masalah yang muncul dari Esdaile State / Coma State adalah karena klien tidak pernah ingin keluar. Dan sebaliknya, rasa takut terbesar dari klien yang berada dalam Esdaile State / Coma State adalah kenyataan bahwa MEREKA TIDAK BISA LAGI MASUK KONDISI HYPNOTIC COMA. Bisa dibilang ini adalah ancaman bagi klien tapi percayalah teknik ini selalu berhasil. Saat menemui klien yang berada pada hypnotic coma anda lakukan emerging dengan kalimat berikut ini :
“Ketahuilah bahwa saya yang membawa anda memasuki kondisi ini…
Jika anda tidak membuka mata anda ketika saya minta…
Saya pasti memrogram anda…
Agar anda tidak pernah bisa kembali pada kondisi ini…”
Kemudian lanjutkan dengan teknik emerging sederhana. Anda akan sangat terkejut mendapati betapa mudahnya anda mengeluarkan mereka dari Esdaile State / Coma State.
Rasa Sakit
Sering kali klien datang kepada hipnotis karena mengalami rasa sakit yang sangat kuat pada tubuhnya. Bisa karena luka, kecelakaan atau sebab yang lainnya. Intinya mereka sangat kesakitan. Tidak ada seorangpun menginginkan rasa sakit. Walaupun Esdaile State / Coma State sangat nyaman bagi klien karena tidak ada rasa sakit didalamnya tetapi klien juga tetap menyadari bahwa dia tidak akan berada dalam kondisi tersebut selamanya. Klien tetap akan keluar dari Esdaile State / Coma State dengan atau tanpa emerging dari kita tetapi itu berarti klien harus berhadapan lagi dengan semua rasa sakitnya. Hanya karena belum ditemukan bukan berarti tidak ada cara lain untuk mebangunkan seseorang dari Esdaile State / Coma State. Anda bisa terus mencoba menggunakan teknik emerging baru untuk Esdaile State / Coma State dan siapa tahu anda bisa menemukan teknik yang lebih baik. Tentu saja untuk sementara sampai anda akhirnya berhasil menemukan teknik baru tersebut anda sudah memiliki coma treath sebagai andalan.

