Dave Elman – Eye Closure
Pada tahap pertama ini klien kita minta untuk membuat matanya terpejam. Ini adalah suatu langkah yang luar biasa dimana hampir setiap orang yang bersedia menerima hipnosis pasti menutup matanya saat itu juga. Dahulu saat saya mulai memelajari teknik induksi hipnosis saya memelajari banyak sekali teknik yang menggunakan media pandangan mata klien seperti teknik pendulum, klien menatap titik hitam, saling berpandangan mata dan berbagai teknik lainnya yang tujuan akhirnya hanyalah agar klien memutuskan untuk menutup matanya. Selain menghabiskan waktu, teknik induksi yang saya pelajari tersebut tentunya membuat mata klien menjadi tidak nyaman atau bahkan sakit.
Lebih lanjut saya sadari bahwa saat klien datang kepada saya sebenarnya mereka sudah dalam trance dan hanya dengan meminta mereka menutup mata kebanyakan saya langsung mendapati fenomena rapid eye movement pada klien atau lebih dikenal dengan REM yang merupakan salah satu tanda fisik yang sering muncul sebagai akibat pencapaian trance hipnosis.
Berikutnya klien kita minta untuk “berpura-pura” tidak bisa membuka matanya. Langkah ini sangat efektif karena semua orang pasti bisa berpura-pura, tidak ada bentuk tantangan didalamnya sehingga mengurangi resiko penolakan dari klien. Tes pada tahap ini adalah dengan meminta klien mencoba membuka matanya sekuat tenaga dengan tetap berpura-pura bahwa matanya tidak bisa dibuka. Tentu saja sebenarnya klien bisa membuka matanya jika dia menginginkannya tetapi jika klien tidak mampu membuka matanya berarti dia sudah berada pada sebuah level pada trance hipnosis.

“Buka mata anda lebar-lebar.
Tarik napas dalam, penuhi paru-paru anda.
Tahan napas anda.
Hembuskan perlahan dan tutup mata anda.
Lepaskan semua ketegangan dari tubuh anda.
Sekarang pusatkan kesadaran anda pada kedua mata anda.
Berpura-puralah bahwa kedua mata anda sangat rileks sampai pada tahap keduanya tidak bisa bekerja sama sekali.
Lakukan tesnya sekuat tenaga dan puaskan diri anda”.
Jika klien bisa membuka mata, katakanlah :
“Anda sudah membuktikan bahwa anda mempunyai kendali penuh terhadap mata anda dan mampu membuat keduanya bekerja kembali.
Sekarang anda tutup kembali mata anda.
Kali ini anda buktikan kendali anda dengan membuat kedua mata anda sangat rileks sampai keduanya tidak bekerja.
Ketika anda tahu bahwa anda sudah mencapai tahap tersebut, lakukan tes dengan mencoba membukanya sekuat tenaga anda.
Lakukan tesnya dan puaskan diri anda.”
Jika klien tidak bisa membuka matanya, biarkan tesnya selama 4 – 5 detik saja kemudian lanjutkan dengan :
“Hentikan tesnya dan pertahankan rileksasi tersebut pada kedua mata anda.
Sekarang niatkan untuk menyebarkan rileksasi tersebut dari ujung kepala hingga ujung kaki anda pada setiap hembusan napas anda”.
Sampai pada tahap ini klien sudah berada dalam level trance ringan. Darimana datangnya trance hipnosis? Tentu saja saat klien bersedia menutup mata dan berpura-pura tidak bisa menutup matanya berarti area kritik pikiran sadar klien sudah terlewati. Ketika klien tidak lagi bisa membuka mata berarti klien sudah menerima pemikiran baru yang kira-kira berbunyi, “Mata saya tidak bisa di buka”.


